Museum Tsunami Berdesain Tari Saman
Museum Tsunami Aceh adalah salah satu ikon yang wajib
dikunjungi saat bertandang ke Nanggroe Aceh, Mengapa? Karena museum ini hanya
ada di Aceh guna mengenang dan mengetahui dahsyatnya Tsunami Aceh 2004 silam.
Apa
yang menjadi daya tarik Museum Aceh ini?
Desain Museum Tsunami Aceh, Desain ini terinspirasi
dari tari Saman yang menggambarkan hubungan antar umat manusia. Memasuki museum
pengunjung akan melewati sebuah lorong yang disebut Space of Fear (Lorong Tsunami), suasana saat
tsunami menggulung Aceh akan dirasakan di tempat ini. Aliran air di dinding
sepanjang lorong yang sempit dan gelap disertai suara gemuruh air adalah
refleksi ketakutan yang luar biasa ketika para korban berlari menyelamatkan diri
dari kejaran air bah.Di ujung lorong ini pengunjung akan dibawa masuk ke Space of Memory (Ruang Kenangan) dimana terdapat 26
monitor yang menyajikan gambar-gambar peristiwa bencana tsunami. Satu peristiwa
yang memilukan, namun ada hikmah dibalik semua kejadian itu.
Kenangan pahit memang tak mudah untuk
dilupakan, terlebih saat kita melangkah ke tempat perhentian dimana orang-orang
yang kita kasihi bersemayam. Di balik semua kehilangan yang kita rasakan, ada
DIA sumber kekuatan yang akan menuntun untuk terus melangkah. Dari Ruang
Kenangan pengunjung akan diarahkan untuk masuk ke sebuah ruang perenungan yang
disebut Space of Sorrow (Sumur Doa). Sumur Doa merupakan
suatu tempat yang di kelilingi oleh nama-nama korban Tsunami Aceh 2004 silam. Ketika
mengadah ke atas maka yang terlihat asma Allah yang menyimbolkan hanya Ialah
tempat mengadu dan memohon sesuatu.
Keluar dari sumur doa, pengunjung akan
melewati Space of Confuse (Lorong Cerobong) yang didesain
dengan lantai berkelok, ini merupakan refleksi kebingungan para korban saat
berusaha untuk menyelamatkan diri, mencari sanak keluarga dan kehilangan harta
benda karena tsunami. Jangan berhenti, teruslah melangkah hingga kau temukan Space of Hope (Jembatan Harapan). Dalam setiap
peristiwa yang kita hadapi selalu ada harapan untuk bangkit merengkuh cahaya
yang baru. Meraih uluran tangan sahabat dan bergandengan tangan menuju hidup
yang baru.
Terakhir, bagian atap museum yang
berbentuk datar dan lapang dirancang sebagai zona evakuasi jika sewaktu – waktu
terjadi gempa. Museum Tsunami Aceh juga dilengkapi dengan ruang pamer, ruang audiovisual, ruang cenderamata dan restoran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar