GUNADARMA

ug

Sabtu, 05 Desember 2015


Museum Tsunami Berdesain Tari Saman
Museum Tsunami Aceh adalah salah satu ikon yang wajib dikunjungi saat bertandang ke Nanggroe Aceh, Mengapa? Karena museum ini hanya ada di Aceh guna mengenang dan mengetahui dahsyatnya Tsunami Aceh 2004 silam.
Apa yang menjadi daya tarik Museum Aceh ini?
Desain Museum Tsunami Aceh, Desain ini terinspirasi dari tari Saman yang menggambarkan hubungan antar umat manusia. Memasuki museum pengunjung akan melewati sebuah lorong yang disebut Space of Fear (Lorong Tsunami), suasana saat tsunami menggulung Aceh akan dirasakan di tempat ini. Aliran air di dinding sepanjang lorong yang sempit dan gelap disertai suara gemuruh air adalah refleksi ketakutan yang luar biasa ketika para korban berlari menyelamatkan diri dari kejaran air bah.Di ujung lorong ini pengunjung akan dibawa masuk ke Space of Memory (Ruang Kenangan) dimana terdapat 26 monitor yang menyajikan gambar-gambar peristiwa bencana tsunami. Satu peristiwa yang memilukan, namun ada hikmah dibalik semua kejadian itu.
Kenangan pahit memang tak mudah untuk dilupakan, terlebih saat kita melangkah ke tempat perhentian dimana orang-orang yang kita kasihi bersemayam. Di balik semua kehilangan yang kita rasakan, ada DIA sumber kekuatan yang akan menuntun untuk terus melangkah. Dari Ruang Kenangan pengunjung akan diarahkan untuk masuk ke sebuah ruang perenungan yang disebut Space of Sorrow (Sumur Doa). Sumur Doa merupakan suatu tempat yang di kelilingi oleh nama-nama korban Tsunami Aceh 2004 silam. Ketika mengadah ke atas maka yang terlihat asma Allah yang menyimbolkan hanya Ialah tempat mengadu dan memohon sesuatu.

Keluar dari sumur doa, pengunjung akan melewati Space of Confuse (Lorong Cerobong) yang didesain dengan lantai berkelok, ini merupakan refleksi kebingungan para korban saat berusaha untuk menyelamatkan diri, mencari sanak keluarga dan kehilangan harta benda karena tsunami. Jangan berhenti, teruslah melangkah hingga kau temukan Space of Hope (Jembatan Harapan). Dalam setiap peristiwa yang kita hadapi selalu ada harapan untuk bangkit merengkuh cahaya yang baru. Meraih uluran tangan sahabat dan bergandengan tangan menuju hidup yang baru.
Terakhir, bagian atap museum yang berbentuk datar dan lapang dirancang sebagai zona evakuasi jika sewaktu – waktu terjadi gempa. Museum Tsunami Aceh juga dilengkapi dengan ruang pamer, ruang audiovisual, ruang cenderamata dan restoran.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar